Rabu, 15 Agustus 2018


CATATAN HATI ZHINCAN
Edisi : AWAL MULA KISAH ASMARA
PART 2

                Hayy gaiz balik lagi dengan saya.... lanjut cerita yang di part 1 ya gaiz.
                Pada saat itu saya masih penasaran sama nomor yang men chating saya pada saat pementasaan tersebut, akhirnya saya pun men chating nya begini “Maaf dik menggangu, nama adik siapa ya? Saya save nomer nya dek” , tak lama kemudia nomer tersebut membalas chating saya “Masa lupa mas, Aku Rizka” , Saya kembali binggung karena gak kenal yang mana namanya Rizka, akhinya saya balas lagi “Rizka siapa lo dek, saya gak kenal lo coba kamu bilang posisi kamu kemarin saat pentas jadi pemeran apa”, lalu kembali membalas “Aku Rizka Dwiyanti mas, kemarin posisi ku jadi narator yang kamu ledekin kaya kuntilanak”.
Akhirnya aku disitulah saya tau kalau nama narator kemarin adalah Rizka Dwiyanti, akhirnya saya pun men save nomer nya, lalu sampai disitu saja lah chatingan saya dengannya, lalu saya lanjut chatingan sama (SENSOR), ya berjalannya waktu saya semakin tau karakter pacar saya saat itu, ya dia memang suka narik ulur hati saya namun saya sabar ngadepin dia karena saya termakan oleh bodohnya cinta.
Saya binggung harus gimana tepat 2 bulan hubungan kami dia memutuskan saya karena ada isu atau berita hoax saya masih merokok padahal saya sudah berhenti saat dia menyuruh saya berhenti, disitu jelas saya terpuruk cuma bisa bersedh dan juga cuma bias nangis serta gak tau lagi harus cerita ke siapa, namun entah kenapa saya membuka WhatsApp lalu saya men chating Rizka sang narator itu, saya cerita banyak ke dia lalu saya merasa nyaman dengan dia entah kenapa saya jadi lupa akan sedih saya karena dia memberikan saya banyak motivasi, mendengarkan saya, dan juga memberikan perhatian lebih ke saya, lalu saya pun menawarkan ke dia gimana kalau kamu saya anggap jadi adik saya, lalu dia pun setuju.
Ya saya jalani chatingan saya dengan Rizka selama seminggu, dan apa yang terjadi gaiz.....? Yah bener sekali saya jatuh hati pada dia, namun saya tidak berani mengungkapkan karena dalam diri saya masih ada sedikit rasa dan berharap kepada (SENSOR). Namun saat itu memang selama seminggu saya tidak chatingan dengan (SENSOR), saya lebih asyik atau lebih nyaman chatingan dengan Rizka, dan ketika saya asyik chatingan dengan Rizka ada chating lain masuk ke HP saya dan bilang minta maaf karena menuduh yang tidak tidak, dan katanya pingin balikan, serta juga pingin ketemuan dengan saya, ya para pembaca pastinya tau lah siapa itu orangnya.
Ya akhirnya saya meng iyakan itu semua dan endingnya saya ketemuan lalu apa yang terjadi berikutnya, yang terjadi berikutnya adalah saya dengan dia jalan berdua dan ketka itu saya entah kenapa malas dan kaya bosen sama dia merasa seperti terganggu dan lain semacamnya, ya akhirnya itu saya memiliki satu ide untuk mengusirnya dan menjauh dari kehidupannya, saya kan dapat info ada penilangan atau razia serentak sore hari oleh kepolisian, akhirnya saya kesana dengan dia berdua dan tanpa memakai helm serta tidak ada surat suat kelengkapan berkendara, ya akhirnya pun kena tilanglah kami berdua, dibawa ke POS lalu ditanyai segala macem dan endingnya motor sebagai jaminan karena gak ada surat surat serta endingnya dia binggun harus gimana mau pulang lalu malamnya jam 20.00 dia menghubungi keluarganya dan dijemputlah dia.
Minggu pagi nya bapak dia WhatsApp saya menanyakan pertanggung jawaban saya, ya saya jawab santai, “Silahkan datang kerumah saya pak, ada keluarga saya disana silahkan bapak hubungan dengan mereka, saya masih ada acara” , lalu benar bapak dia datang ke rumah saya dan akhirnya di urus semuanya sama kelaurga saya, dan tatkala malam harinya saya dibilangin keluarga kalau urusan udah clear ya saya seneng lah, dan saya memanfaatkan kesempatan itu semua, saya chating dia seperti ini “Maaf kayaknya kita gak bisa hubungan lagi, aku sudah terlalu sakit hati kamu tarik ulur dan kamu jelek jelekin, dan maaf atas kejadian kemarin tapi tenang saja semua sudah di urus sama keluargaku ko”, setelah itu saya blockir nomer HP nya dan Byee sana MANTAN
                Disitu saya seneng, saya jadi jomblo jadi saya babas dan saya bisa mendekati Rizka, ya namun saya harus berfikir lebih jauh lagi karena saya masih malu malu sih pertama, tapi saya akhirnya saya memberanikan diri saya menembak Rizka, ya tapi apa jawaban yang saya dapatkan? Dibawah ini lah akan terjawab semuanya :
Saya       : “Dek, Kakak mau ngomong serius sama kamu bisa?”
Rizka     : “ Ngomong apa kak? Kok kayaknya serius amat sih hhhh”
Saya       : “Kakak serius dek, adek sibuk gak?”
Rizka     : “Enggak kak, iya kak ada apa ngomong aja”
Saya       : “ Tapi sebelumnya maaf kalau kesannya kakak lancang atau gimana, tapi ini yang kaka rasain selama ini, kakak suka sama kamu dari awal kita ngobrol pas latihan dan saat awak kita chatingan kemarin dik, kakak punya rasa sama adek, adek mau gakk jadi pacar kaka?
Rizka     : “Bentar kak, kaka ini ngomongnya serius apa becanda, tapi kalau becanda gak lucu”
Saya       : “ Serius dek kakak beneran adek mau gak?”
Rizka     : “Maaf ya kak bukan maksud adek nolak namun kaka tau sendiri didalam islam gak ada istilah pacaran kak, maaf banget dengan hormat adek gak mau kalau pacaran namun kalau sekedar penyemangat dan kaka adekan, aku mau kak, maaf ya kak, kaka gak sakit hati kan? Aku harap kakak gak sakit hati”
Saya       : “(Dengan membaca sambil merenung dan akhirnya saya balas), Iya dik gapapa kok, kaka gak sakit hati kok dek, tenang aja, kaka malah setuju sama adek, makasih lo dik udah bikin kaka sadar dan makasih adek mau nemenin aku dan juga masih mau jadi penyemangat ku, kamu ingatkan aku kalau aku salah, dan sebaliknya juga”
                PENULIS               : YANUARIO BAGAS PRAYOGA

                DITULIS PADA      : PADA SAAT AKU BAHAGIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar