CATATAN HATI ZHINCAN
Edisi : AWAL MULA
KISAH ASMARA
PART 2
Hayy
gaiz balik lagi dengan saya.... lanjut cerita yang di part 1 ya gaiz.
Pada
saat itu saya masih penasaran sama nomor yang men chating saya pada saat
pementasaan tersebut, akhirnya saya pun men chating nya begini “Maaf dik menggangu, nama adik siapa ya?
Saya save nomer nya dek” , tak lama kemudia nomer tersebut membalas chating
saya “Masa lupa mas, Aku Rizka” ,
Saya kembali binggung karena gak kenal yang mana namanya Rizka, akhinya saya
balas lagi “Rizka siapa lo dek, saya gak
kenal lo coba kamu bilang posisi kamu kemarin saat pentas jadi pemeran apa”,
lalu kembali membalas “Aku Rizka
Dwiyanti mas, kemarin posisi ku jadi narator yang kamu ledekin kaya kuntilanak”.
Akhirnya aku disitulah saya tau
kalau nama narator kemarin adalah Rizka
Dwiyanti, akhirnya saya pun men save nomer nya, lalu sampai disitu saja lah
chatingan saya dengannya, lalu saya lanjut chatingan sama (SENSOR), ya berjalannya
waktu saya semakin tau karakter pacar saya saat itu, ya dia memang suka narik
ulur hati saya namun saya sabar ngadepin dia karena saya termakan oleh bodohnya
cinta.
Saya binggung harus gimana tepat
2 bulan hubungan kami dia memutuskan saya karena ada isu atau berita hoax saya
masih merokok padahal saya sudah berhenti saat dia menyuruh saya berhenti,
disitu jelas saya terpuruk cuma bisa bersedh dan juga cuma bias nangis serta gak tau lagi harus cerita
ke siapa, namun entah kenapa saya membuka WhatsApp lalu saya men chating Rizka
sang narator itu, saya cerita banyak ke dia lalu saya merasa nyaman dengan dia
entah kenapa saya jadi lupa akan sedih saya karena dia memberikan saya banyak
motivasi, mendengarkan saya, dan juga memberikan perhatian lebih ke saya, lalu
saya pun menawarkan ke dia gimana kalau kamu saya anggap jadi adik saya, lalu
dia pun setuju.
Ya saya jalani chatingan saya
dengan Rizka selama seminggu, dan apa yang terjadi gaiz.....? Yah bener sekali
saya jatuh hati pada dia, namun saya tidak berani mengungkapkan karena dalam
diri saya masih ada sedikit rasa dan berharap kepada (SENSOR). Namun saat itu
memang selama seminggu saya tidak chatingan dengan (SENSOR), saya lebih
asyik atau lebih nyaman chatingan dengan Rizka, dan ketika saya asyik chatingan
dengan Rizka ada chating lain masuk ke HP saya dan bilang minta maaf karena
menuduh yang tidak tidak, dan katanya pingin balikan, serta juga pingin
ketemuan dengan saya, ya para pembaca pastinya tau lah siapa itu orangnya.
Ya akhirnya saya meng iyakan itu
semua dan endingnya saya ketemuan lalu apa yang terjadi berikutnya, yang
terjadi berikutnya adalah saya dengan dia jalan berdua dan ketka itu saya entah
kenapa malas dan kaya bosen sama dia merasa seperti terganggu dan lain
semacamnya, ya akhirnya itu saya memiliki satu ide untuk mengusirnya dan
menjauh dari kehidupannya, saya kan dapat info ada penilangan atau razia
serentak sore hari oleh kepolisian, akhirnya saya kesana dengan dia berdua dan
tanpa memakai helm serta tidak ada surat suat kelengkapan berkendara, ya
akhirnya pun kena tilanglah kami berdua, dibawa ke POS lalu ditanyai segala
macem dan endingnya motor sebagai jaminan karena gak ada surat surat serta
endingnya dia binggun harus gimana mau pulang lalu malamnya jam 20.00 dia
menghubungi keluarganya dan dijemputlah dia.
Minggu pagi nya bapak dia
WhatsApp saya menanyakan pertanggung jawaban saya, ya saya jawab santai, “Silahkan datang kerumah saya pak, ada
keluarga saya disana silahkan bapak hubungan dengan mereka, saya masih ada
acara” , lalu benar bapak dia datang ke rumah saya dan akhirnya di urus
semuanya sama kelaurga saya, dan tatkala malam harinya saya dibilangin keluarga
kalau urusan udah clear ya saya seneng lah, dan saya memanfaatkan kesempatan
itu semua, saya chating dia seperti ini “Maaf
kayaknya kita gak bisa hubungan lagi, aku sudah terlalu sakit hati kamu tarik
ulur dan kamu jelek jelekin, dan maaf atas kejadian kemarin tapi tenang saja
semua sudah di urus sama keluargaku ko”, setelah itu saya blockir nomer HP
nya dan Byee sana MANTAN
Disitu
saya seneng, saya jadi jomblo jadi saya babas dan saya bisa mendekati Rizka, ya
namun saya harus berfikir lebih jauh lagi karena saya masih malu malu sih
pertama, tapi saya akhirnya saya memberanikan diri saya menembak Rizka, ya tapi
apa jawaban yang saya dapatkan? Dibawah ini lah akan terjawab semuanya :
Saya : “Dek,
Kakak mau ngomong serius sama kamu bisa?”
Rizka : “ Ngomong
apa kak? Kok kayaknya serius amat sih hhhh”
Saya : “Kakak
serius dek, adek sibuk gak?”
Rizka : “Enggak
kak, iya kak ada apa ngomong aja”
Saya : “ Tapi sebelumnya maaf kalau kesannya
kakak lancang atau gimana, tapi ini yang kaka rasain selama ini, kakak suka
sama kamu dari awal kita ngobrol pas latihan dan saat awak kita chatingan
kemarin dik, kakak punya rasa sama adek, adek mau gakk jadi pacar kaka?
Rizka : “Bentar kak, kaka ini ngomongnya serius
apa becanda, tapi kalau becanda gak lucu”
Saya : “ Serius dek kakak beneran adek mau
gak?”
Rizka : “Maaf ya kak bukan maksud adek nolak
namun kaka tau sendiri didalam islam gak ada istilah pacaran kak, maaf banget
dengan hormat adek gak mau kalau pacaran namun kalau sekedar penyemangat dan kaka
adekan, aku mau kak, maaf ya kak, kaka gak sakit hati kan? Aku harap kakak gak
sakit hati”
Saya : “(Dengan membaca sambil merenung dan
akhirnya saya balas), Iya dik gapapa kok, kaka gak sakit hati kok dek, tenang
aja, kaka malah setuju sama adek, makasih lo dik udah bikin kaka sadar dan
makasih adek mau nemenin aku dan juga masih mau jadi penyemangat ku, kamu
ingatkan aku kalau aku salah, dan sebaliknya juga”
PENULIS : YANUARIO BAGAS PRAYOGA
DITULIS PADA : PADA SAAT AKU BAHAGIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar