Rabu, 15 Agustus 2018


CATATAN HATI ZHINCAN
Edisi : AWAL MULA KISAH ASMARA
PART 01

                Hay kawan, perkenalkan nama saya YANUARIO BAGAS PRAYOGA, umur saya 16 tahun, saya terlahir pada 18 Januari 2002 di Ponorogo. Didalam blog pribadi saya ini saya akan membagikan cerita atau curahan atau kejadian atau pengalaman pada diri saya yang berhubungan dengan kisah asmara saya.
                Saya dulu terkenal sebagai cowok tukang baperin para cewek cewek, banyak orang yang bilang saya itu kalau mikat cewek hanya butuh kata kata sedikit serta kepolosan tapi bisa membuat baper para wanita. Ya itulah saya yang dulu, namun disini langsung saja saya akan bercerita mengenai kisah asmara saya yang bermulai setelah lebaran tahun 2017 kemarin.
                Saya dulu adalah seorang perokok berat dan termasuk orang yang hobby-nya memakai vappor (rokok electrik), saat itu malam pukul 19.30 saya ngopi dengan teman teman saya di salah satu cafe di Ponorogo, saat itu saya berfoto menggunakan vappor lalu saya posting di story WhatsApp dan ketika itu ada seorang akhwat yang tidak akan saya sebut namanya disini melihat postingan saya tersebut lalu mengomentarinya “Akhwan Merokok ?” , jujur pada saat itu saya kaget dan saya menjawab iya ukty, lalu dia membalas “Berhentilah wahai Akhwan, Sesungguhnya Itu Memberikan Banyak Mudhorat” , saya pun membalas “Iya saya akan berhenti, terima kasih ukhty”.
                Setelah kejadian itu saya pun berhenti dari merokok dan vappor serta mengurangi keluar saat malam hari, ketika itu saya juga melanjutkan chatinggan saya dengan dia, hingga saya memiliki rasa kepadanya, jujur sebelum dia mengomentari postingan saya, saya sudah mempunyai rasa dengannya karena dia pernah menjadi sekretaris di salah satu organisasi di area rumah saya, namun setelah 3 hari saya rutin chatingan dengan dia saya pun memberanikan diri untuk menembaknya, lalu tepat pada hari ke 4 jam 03.00 WIB saya menembaknya dan apa yang dia jawab?
                Dia menjawab yang betul betul memberikan tantangan untuk saya, dia bilang “Cintai aku dalam sujud sepertiga malam mu hari ini lalu kau temui kedua orang tua ku setelah itu kamu ta’aruf diri ku, lalu silahkan kamu memiliki ku” , jawaban yang benar benar mengagetkan saya dan sungguh sangat membuat saya tertantang, lalu saya menjawab “Iya saya akan datang kerumahmu menemui kedua orang tuamu dan aku akan membawamu mengenalkan dirimu pada keluargaku” , sungguh kisah asmara yang luar biasa yang saya rasa pada saat itu, saya sangat dimabuk cinta hingga lupa semuanya, dan memprioritaskan dia. Namun sampai detik Ini saya belum pernah menemui orang tuanya.
                Setelah kejadian itu seminggu kemudian komunitas teater saya ada undangan dari salah satu MTs di Ponorogo untuk membantu melatih Pentas Seni Teater Kolosal Lapangan untuk memeriahkan Pasca acara Upacara HUT RI 71, saya sebenarnya tau kalau yang menggundang itu adalah sekolah nya. Memang pada saat itu dia adalah anak usia kelas 8 MTs dan saya kelas 10 SMK saat itu.
                Saat itu saya bilang ke pembina saya kalau saya tau sama MTs tersebut, lalu saya juga bilang kepada dia kalau saya adalah KORLAP dari komunitas yang melatih teater di MTs nya, lalu dia ingin jumpa dengan saya, dia memohon agar saya ikutan ngelatih disana, dan saya binggung juga karena saya sendiri juga harus fokus sekolah, namun karena saat itu dia yang minta akhirnya saya turutin, walau saya harus meninggalkan pelajaran.

                Hari pertama saya melatih saya sangat baper ketemu dengan dia namun saya harus konsekuen karena saya pelatih, dan pembina saya meminta saya yang mengatur musik dan auto setting pentas, makanya saya dari belakang atau dekat dengan sound, dan disaat itu juga saya berdiri dengan salah satu Wanita yang berperan sebagai Narator, ya memang awalnya saya dengan wanita tersebut gak ngobrol ya cuma ketika dia bertanya saya jawab kalau enggak ya udah saya diem sampai saya aja gak kenalan sama wanita tersebut.
                Waktu pulang latihan saya langsung go pulang dan sesampai nya dirumah saya langsung bersih diri dan masuk kamar pengang HP dan chatingan lah endingnya, lalu setelah itu dan hari berikutnya atau besoknya saya melakukan aktifitas seperti biasa nya
                Minggu depan nya dia kembali meminta saya datang untuk melatih lagi pada hari senin dan selasa kata nya RINDU dan akhirnya dengan bodohnya saya pada saat itu disekolah saya juga ada ulangan harian, saya malah dispen atau ijin ke sekolah selama 2 hari untuk melatih tersebut.
                Lalu pada saat sampai dilokasi latihan ya biasa lah langsung ambil posisi pada semestinya, lalu pada saat itu juga saya seperti biasa di posisi saya, berdiri dekat sang narator dengan saya mengoprasikan laptop dan juga menyimak sang narator membacakan Teks narasi dan alur cerita drama tersebut.
                Pada saat istirahat jam 10.00 WIB saya ngobrol ngobrol lah dengan narator tersebut, saya cerita cerita ya dia juga tanya tanya masalah teater, ya saya disitu juga menanggapinya dengan baik karena entah kenapa saya begitu nyaman ketika ngobrol dengan nya, jadi ketika pembina saya nyuruh saya makan itu saya sampai lupa atau gak memperdulikannya
                Jam 10.30 WIB istirahat selesai dan tatkala itu saya kembali keposisi lagi, dan kembali melatih lagi, dengan saya sambi berbicang juga membetulkan ejaan kata yang disampaikan sang narator tersebut hingga pukul 12.00 WIB azan sholat dzuhur berkumandang lalu saya sholat berjamaah dan pada pukul 14.00 latihan selesai dan saya pulang
                Keesokan harinya adalah gladi kotor sekaligus gladi bersih pementasan karena lusa sudah pentas, ya memang disitu saya agak tegas karena pembina saya rasa terlalu memanjakan anak anak, lalu saya dengan posisi sebagai KORLAP, saya marah dan menegaskan kepada anak anak tersebut. Lalu pada jam istirahat sang narator memanggil saya
Narator                : “Mas Bagas...”
Saya                       : “iya Mas Bagas Ganteng.. Ada Apa?”
Narator                : “Enggak Mas Bagas Jelek Mas Bagas Jelek”
Saya                       : “Jelek Gapapa, Ntar Kamu Naksir Lho”
Narator                : “Ihh, gak akan lah”
Saya                       : “Hahaha, semoga aja lo ya, hahaha ada apaan sih”
Narator                : “Ihhh, ini mau tanya!!”


                Pada saat hari H pementasaan saya dengan kondisi tanpa ada kendaraan untuk saya berangkat akhirnya ada WhatsApp masuk ke HP saya dari nomor yang tak dikenal dengan chating begini “Mas, sudah berangkat belum? Kalau belum si (SENSOR) jemput mas” , akhirnya saya jawab “Belum berangkat dek, iya suruh jemput saya aja gapapa, makasih dek” lalu di jawab lagi “Iya mas dia OTW” dan akhirnya dia datang lalu kami berangkat bareng dan saat pementasan saya ganti posisi sama pembina, pembina yang atur music dan auto pentas, saya yg jadi pemantau dan penambah efec hidup pakai petasan asap.
                Lalu pementasan selesai saya pun pulang bersama nya namun sebelum pulang saya sempat mengojloki atau mengejek sang narator tersebut karena dia itu berdandan beda banget, dia itu pake bedak tapi tebel nya masya allah kaya orang nimbun tanah beneran. Saya ngeledekin dia saya bilang ih kamu orang apa kuntilanak, lalu diaa jawab orang mas tapi kaya kuntiiii
                Ya akhirnya pun selesai itu semua saya kembali menjalani aktivitas saya seperti biasanya dan oke gaiz segini dulu ya ceritanya sambung pada part atau episode berikutnya, see u good bye gaiz and Wassalamualaikum Wr Wb.

                PENULIS               : YANUARIO BAGAS PRAYOGA
                DITULIS PADA    : PADA SAAT AKU BAHAGIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar